Statements

Message by António Guterres on the International Day for the Elimination of Violence Againts Women

THE SECRETARY-GENERAL
--
VIDEO MESSAGE ON INTERNATIONAL DAY FOR THE ELIMINATION OF VIOLENCE AGAINST WOMEN
25 November 2019

The United Nations is committed to ending all forms of violence against women and girls.

These abuses are among the world’s most horrific, persistent and widespread human rights violations, affecting one in every three women in the world.

That means someone around you. A family member, a co-worker, a friend. Or even you yourself.

Sexual violence against women and girls is rooted in centuries of male domination.

Let us not forget that the gender inequalities that fuel rape culture are essentially a question of power imbalances.

Stigma, misconceptions, underreporting and poor enforcement of the laws only perpetuate impunity.

And rape is still being used as a horrendous weapon of war.

All of that must change… now.

I call on governments, the private sector, civil society and people everywhere to take a firm stand against sexual violence and misogyny.

We must show greater solidarity with survivors, advocates and women’s rights defenders.

And we must promote women’s rights and equal opportunities.

Together, we can – and must -- end rape and sexual assault of all kinds.

Thank you.

 

 

SEKRETARIS-JENDERAL PBB
--
PESAN VIDEO DALAM MEMPERINGATI HARI INTERNASIONAL PENGHAPUSAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
25 NOVEMBER 2019

Perserikatan Bangsa-Bangsa berkomitmen untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Kekerasan-kekerasan ini adalah diantara sekian banyak pelanggaran hak-hak asasi manusia yang keji, terjadi terus-menerus dan menyebar kemana-mana, dan berdampak kepada satu dari tiga perempuan di dunia.

Ini bisa terjadi ke seseorang disekitar anda. Keluarga, kerabat kerja, teman. Atau bahkan anda sendiri.

Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan berakar di dominasi kaum laki-laki yang telah berlangsung berabad-abad.

Dan juga, janganlah kita lupakan bahwa ketimpangan jender yang berperan dalam budaya perkosaan – adalah sebenarnya inti dari ketimpangan kekuasaan.

Stigma, kesalahpahaman, minim nya pelaporan dan juga penegakan hukum hanya memperkuat terjadinya kebebasan terhadap hukuman.

Dan perkosaan masih dijadikan sebagai alat perang yang tidak berperikemanusiaan.

Semua tersebut harus berubah…sekarang.

Saya berseru kepada semua pemerintah, pihak swasta, masyarakat sipil dan juga semua orang untuk mengambil aksi nyata dalam mengakhiri kekerasan seksual dan juga misogini.

Kita harus dapat menunjukan solidaritas lebih nyata terhadap para penyintas, dan juga pejuang hak-hak perempuan.

Dan, kita harus menyebarkan pentingnya hak-hak perempuan dan juga kesetaraan.

Bersama sama, kita dapat – dan harus – mengakhiri perkosaan dan semua bentuk kekerasan seksual.

Terima kasih.

 

Address

Resident Coordinator Office

Menara Thamrin Lt. 7, Jl. MH. Thamrin, Kav. 3, Jakarta Pusat, Indonesia, 10250

Contact Info

EmailThis email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Phone: +62 (21) 2980 2300

Fax: +62 (21) 314 5251

Others